Ayat-Ayat Tentang Sifat-Sifat Allah / Dalil Naqli Sifat-Sifat Allah (Wujud, Qidam, Baqa, Mukhalawatu lil-Hawadis, dll)

1. Ayat Tentang Sifat Allah itu Wujud (Ada)
    Salah satu ayat yang berisi tentang Allah itu wujud terdapat pada surah al-Mu'minun ayat 79-80 yang berbunyi:
وَهُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ(79)
وَهُوَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ وَلَهُ اخْتِلَافُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ(80)

Artinya: Dan Dialah yang menciptakan dan mengembangbiakkan kamu di bumi dan kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan. Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pergantian malam dan siang. Tidakkah kamu mengerti? (Q.S. al-Mu’minūn [23]: 79-80)
    Melalui ayat di atas, Allah membimbing manusia untuk memahami adanya Allah melalui tanda-tanda di alam semesta. Adanya manusia beserta keturunannya dari generasi ke generasi, adanya kelahiran dan kematian, adanya waktu siang dan malam yang berulang secara teratur, semuanya merupakan bukti adanya Allah.
    Jika kita pahami lebih lanjut, setiap hari manusia terus tumbuh, ada yang baru saja lahir, ada yang meninggal, dan semuanya terus berubah sepanjang masa. Orang-orang yang hidup seratus tahun lalu kini telah mati, dan begitu pula yang kini hidup kelak akan mati. Tetapi kehidupan terus berlangsung, pergantian siang dan malam terus berjalan secara teratur. Tentu ada sesuatu yang mengatur di balik peristiwa tersebut. Dialah Allah, yang menciptakan dan mengendalikan seisi bumi dan langit.

Ayat-Ayat Tentang Sifat-Sifat Allah / Dalil Naqli Sifat-Sifat Allah (Wujud, Qidam, Baqa, Mukhalawatu lil-Hawadis, dll)

2. Ayat Tentang Sifat Allah itu Qidam (Terdahulu)
    Berikut adalah ayat yang berisi tentang Allah itu qidam:
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (3)
هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۖ وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ(4)
Artinya: Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar dari dalamnya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Q.S. al-Hadīd [57]: 3-4)
    Allah memiliki sifat terdahulu (paling awal). Allah telah ada sebelum segala sesuatu ada. Dialah yang menciptakan seisi dunia, malaikat, jin, manusia, benda-benda langit, dan semua yang ada di langit dan di bumi. Allah pulalah yang menciptakan rentang waktu, cahaya, pikiran dan perasaan manusia, dan segala sesuatu yang kamu kenal, baik berupa benda konkret maupun abstrak. Pikiran manusia adalah salah satu ciptaan Allah, dan manusia tidak mampu memikirkan sejak kapan Allah ada. Allah telah lebih dulu ada sebelum adanya benda-benda atau zat pertama di alam semesta ini. Allah telah lebih dulu ada sebelum detik waktu pertama diciptakan.
 
3. Ayat Tentang Sifat Allah itu Baqa (Kekal)
    Dibawah ini adalah ayat yang berisi tentang Allah bersifat baqa yaitu pada Al-Qur'an ayat 26-27:
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ(26)
(27)وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Artinya: Semua yang ada di bumi itu akan binasa, tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal. (Q.S. ar-Rahman [55]: 26-27)
    Semua makhluk, baik makhluk hidup maupun benda mati, seiring berjalannya waktu akan mati atau rusak. Tetapi, Allah tetap kekal dan tidak berubah, tidak menjadi lemah, tidak berubah, tidak akan berakhir sampai kapanpun. Ketika kelak dunia mengalami kiamat pun Allah tetap kekal, karena Allah yang menciptakan semua itu sehingga Ia tidak akan terpengaruh sedikitpun. Ketika manusia berada di surga dan neraka setelah peristiwa kiamat, Allah pun tetap kekal, karena surga dan neraka pun Allah yang menciptakan.
 
4. Ayat Tentang Sifat Allah itu Mukhalawatu lil-Hawadis (Berbeda dengan Makhluk)
    Berikut adalah ayat yang berisi tentang Allah itu berbeda dengan makhluknya:
فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Artinya: …Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat. (Q.S. asy-Syura [42]: 11)
    Allah berbeda dengan makhluk yang diciptakan-Nya. Allah tidak sama dengan manusia, tidak sama dengan malaikat, tidak sama dengan jin, tidak sama dengan semua makhluk lainnya dalam hal sifat, perbuatan, kebutuhan, kekuasaan, dan sebagainya. Semua yang ada pada makhluk selalu memiliki keterbatasan sedangkan Allah tidak terbatas.
 
5. Ayat Tentang Sifat Allah itu Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri Sendiri)
    Berikut adalah ayat yang berisi tentang Allah itu berdiri sendiri:
(2)اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang maha hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya) (QS. Ali-‘Imran [3]: 2)
    Allah tidak membutuhkan pihak manapun, tidak membutuhkan bantuan siapapun, tidak membutuhkan peralatan apapun. Sebelum segala sesuatu diciptakan, ketika Allah menciptakan makhluk untuk pertama kalinya, ketika kehidupan dunia terus berlangsung, ketika hari kiamat tiba, Allah tidak membutuhkan bantuan siapapun untuk mengatur dan menciptakan itu semua.

6. Ayat Tentang Sifat Allah itu Wahdaniyah (Esa)
    Berikut adalah ayat yang berisi tentang Allah itu Esa:
(1)قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
(2)اللَّهُ الصَّمَدُ
(3)لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
(4)وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (QS. al-Ikhlas [112]: 1-4)
    Allah adalah Tuhan satu-satunya, tidak ada sesuatupun yang memiliki kekuasaan setara dengan-Nya. Segala sesuatu berada di bawah kekuasaan Allah. Allah adalah pencipta dan penguasa semua makhluk, termasuk manusia, jin, setan, planet, dan apapun yang ada. Allah adalah satu-satunya, tidak ada Tuhan lain, tidak ada sesuatu apapun yang setara dengan-Nya. Semua hanyalah makhluk yang bergantung kepada Allah.
 
7. Ayat Tentang Sifat Allah itu Qudrah (Mahakuasa)
    Berikut adalah ayat Allah yang berisi tentang Allah itu maha kuasa atau qudrah:
يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَهُمْ ۖ كُلَّمَا أَضَاءَ لَهُم مَّشَوْا فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (Q.S. al-Baqarah [2]: 20)
    Allah memiliki kekuasaan yang sempurna, yang mengendalikan segala kekuasaan lain. Kekuasaan Allah berbeda dengan kekuasaan makhluk. Sebagai contoh, manusia yang paling berkuasa sekalipun, yang dapat mengendalikan sebuah wilayah kekuasaan, berada jauh di bawah kekuasaan Allah. Bahkan, kekuasaan orang tersebut sesungguhnya adalah anugerah dari Allah. Apabila Allah menghendaki, kekuasaan orang tersebut dapat dicabut sewaktu-waktu.

8. Ayat Tentang Sifat Allah itu Iradah (Berkehendak)
    Berikut adalah ayat dalam al-Qur'an yang berisi tentang Allah itu maha berkehendak:
(82)إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَن يَقُولَ لَهُ كُن فَيَكُونُ
Artinya: Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. (Q.S. Yāsīn [36]: 82)
    Allah memiliki kehendak untuk melakukan segala sesuatu tanpa saran atau dorongan dari pihak lain, tanpa paksaan dari pihak lain. Hal ini berbeda dengan kehendak yang dimiliki oleh seorang manusia. Sebagai contoh kamu memiliki kehendak atau inisiatif untuk membeli sebuah buku. Kehendakmu dipengaruhi oleh banyak hal, yaitu kamu harus memiliki uang, kamu melihat ada sebuah buku yang bagus, dan sebagainya. Hal ini berbeda dengan kehendak Allah. Tidak ada satu makhluk pun yang mampu mempengaruhi, menghalangi, atau memaksa kehendak Allah.
 
9. Ayat Tentang Sifat Allah itu Ilmu (Pandai atau Mengetahui)
    Berikut adalah ayat yang berisi tentang Allah itu memiliki sifat pandai:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Artinya: Sungguh, Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Q.S. al-Hujurāt [49]: 18)
    Pengetahuan dan kepandaian Allah tidak terbatas. Allah mengetahui hukum-hukum dan ilmu pengetahuan manusia yang paling canggih sekalipun, yang saat ini telah diketahui maupun belum. Bahkan, kepandaian manusia yang paling cerdas sekalipun jauh di bawah pengetahuan Allah. Apa yang kita kenal sebagi ilmu, pengetahuan, teknologi tercanggih, semua berada dalam pengetahuan Allah. Allah-lah yang menciptakan susunan syaraf otak manusia sehingga manusia memiliki kecerdasan tertentu.
 
10. Ayat Tentang Sifat Allah itu Hayah (Hidup)
    Berikut adalah ayat dalam al-Quran yang memberi penjelasan bahwa Allah itu bersifat Hayah atau hidup:
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيم
Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang
di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar. (Q.S. al-Baqarah [2]: 255)
    Allah hidup secara terus-menerus. Hal ini berbeda dengan manusia yang hidupnya diawali dengan kelahiran, tumbuh menjadi dewasa, dan berakhir dengan kematian. Sifat Mahahidup Allah berbeda dengan makhluk. Allah tidak diawali dengan diciptakan atau dilahirkan, Allah tidak menjadi tua, Allah tidak akan mati sampai kapanpun, bahkan setelah dunia mengalami kiamat, ketika manusia masuk surga dan neraka, Allah tetap hidup.
 
11. Ayat Tentang Sifat Allah itu Sama’ (Maha Mendengar)
    Berikut adalah ayat yang berisi tentang Allah itu maha mendengar atau sama':
قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا ۚ وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Mengapa kamu menyembah yang selain Allah, sesuatu yang tidak dapat menimbulkan bencana kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.(QS.al-Ma’idah [5]: 76)
    Allah Maha Mendengar, dan tidak ada yang membatasi-Nya. Pendengaran Allah sempurna dan tak berbatas. Hal ini berbeda dengan pendengaran manusia yang dibatasi oleh jarak dan volume suara, serta membutuhkan telinga atau alat bantu dengar. Allah mampu mendengarkan semua jenis suara, semua frekuensi suara, jauh maupun dekat, suara makhluk gaib atau nyata, suara seisi alam semesta secara bersamaan, bahkan suara hati sekalipun. Ketika dalam hati kamu merasa menginginkan sesuatu, Allah mendengar dan mengetahui.

12. Ayat Tentang Sifat Allah itu Basar (Maha Melihat)
    Basar berarti penglihatan, artinya Allah Maha Melihat. Penglihatan Allah begitu sempurna dan tidak terbatas oleh apa pun.
Perhatikan ayat berikut.
إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: Sungguh, Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. al-Hujurat [49]: 18)
    Allah Maha Melihat segala sesuatu yang ada di alam semesta. Allah pasti melihat apa yang kamu kerjakan. Di malam hari ketika kamu berada di rumah seorang diri, saat semua orang telah tidur, Allah melihat apa yang kamu lakukan. Oleh karena itu, kamu tak perlu mengkhawatirkan amal baikmu, pasti hal itu telah dilihat dan diperhitungkan Allah. Demikian juga perbuatan buruk atau kecurangan sekecil apapun pasti dilihat dan diperhitungkan Allah.
 
13. Ayat Tentang Sifat Allah itu Kalam (Berfirman/Berbicara)
    Berikut adalah ayat yang menjelaskan bahwa Allah itu bersifat Kalam:
وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِن قَبْلُ وَرُسُلًا لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۚ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا
Artinya: Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan ada beberapa rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung. (QS. an-Nisa’ [45] : 164)
    Kalam artinya ucapan. Kalam Allah antara lain berupa beberapa kitab suci yang diturunkan kepada sejumlah Nabi/Rasul. Tak heran bila sering disebutkan bahwa kitab suci adalah kalam Allah. Selain melalui kitab-Nya, Allah juga pernah berkalam langsung kepada salah satu nabi-Nya secara langsung, yakni Musa a.s. di Bukit Tursina.

Tidak ada komentar untuk "Ayat-Ayat Tentang Sifat-Sifat Allah / Dalil Naqli Sifat-Sifat Allah (Wujud, Qidam, Baqa, Mukhalawatu lil-Hawadis, dll)"