Dalil Ayat dan Hadis tentang Fitnah, Penyebab Fitnah, & Menghindari Perilaku Fitnah

Fitnah adalah perkataan (tanpa dasar) yang dilancarkan untuk menjatuhkan atau merendahkan martabat seseorang. Fitnah berintikan kebohongan yang diciptakan untuk membunuh karakter (character assassination) seseorang karena ada sebab-sebab tertentu.

Dalam pandangan Yusuf al Qaradhawi pelaku fitnah adalah orang-orang yang menyiksa umat Islam serta menyakiti para dainya. Pelaku fitnah juga adalah orangorang yang menyusupkan keyakinan keyakinan yang sesat, prinsip-prinsip yang merusak kepada agama.

Dalil dalam al-Quran yang berkaitan dengan fitnah:

1. Bahasan Fitnah dalam Surah At-Taubah ayat 49
Dalil Ayat tentang fitnah - Bahasan Fitnah dalam Surah At-Taubah ayat 49
“Di antara mereka ada orang yang berkata: “Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah.” ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah dan Sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir (QS. Al­ Taubah (9):49)

2. Fitnah dalam Surah Al­ Baqarah ayat 217

Fitnah dalam Surah Al­ Baqarah ayat 217
“Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. mereka tidak henti­hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu Dia mati dalam kekafiran, Maka mereka Itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”(QS. Al­ Baqarah (2):217)

3. Surah Al-Mumtahanah ayat 5

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau jadikan Kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. dan ampunilah Kami Ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al­ Mumtahanah (60):5)

Hadis Rasulullah yang berkaitan dengan perbuatan Fitnah :

1. Hadis yang menyatakan bahwa fitnah seperti menjual agama
Rasulullah Saw tidak menyukai perbuatan fitnah yang memiliki motivasi harta dan mengancam pelakunya. Dari Hudzaifah R.A. berkata: Rasulullah Saw bersabda:”Bergegaslah (menghindari) perbuatan-perbuatan fitnah seperti memutus malam yang gelap. Di pagi hari seseorang beriman dan di sore hari menjadi kafir atau di sore hari beriman dan di pagi hari menjadi kafir. Ia menjual agamanya dengan harta dunia”(HR. Bukhari-Muslim)

2. Hadis yang berkaitan dengan fitnah
Suatu hari Hudzaifah berkata: “Banyak sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw mengenai hal­-hal yang baik, sementara aku bertanya mengenai hal-­hal yang buruk karena aku takut akan menjumpai hal­hal tersebut.
Ia berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw: Sesungguhnya kita sedang berada di masa jahiliyah yang identik dengan keburukan. Allah Swt telah mendatangkan kebaikan kepada kita, maka apakah setelah kebaikan ini datang lalu muncul keburukan?
Rasulullah Saw berkata: Yah! Aku berkata: Apakah setelah keburukan itu muncul lalu datang kebaikan kembali ? Rasulullah Saw menjawab:Yah dan di dalamnya terdapat keburukan. Aku bertanya: Apakah bentuk keburukan tersebut? Rasulullah Saw menjawab: Suatu kaum menjalankan sesuatu bukan dari sunahku dan mencari petunjuk bukan berdasarkan petunjuk dariku kenali mereka dan ingkari. Aku bertanya kembali lalu apakah setelah datangnya kebaikan ini akan datang keburukan lainnya? Rasulullah Saw bersabda:
Para penyeru kepada neraka Jahanam dan barang siapa yang mengikutinya, maka ia akan terlempar ke dalamnya. Aku berkata : Wahai Rasulullah Saw beritahukan kami sifat mereka. Rasulullah Saw bersabda : Mereka memiliki kulit seperti kita dan berbicara sama dengan lisan kita”.(HR. Bukhar-Muslim).

3. Hadis mengenai penangkal dari perbuatan fitnah
Suatu hari Sayyidina Ali bertanya kepada Rasulullah Saw mengenai antisipasi dari perbuatan fitnah. Rasulullah Saw bersabda: ”Akan ada fitnah setelahku seperti memutus malam yang gelap gulita. Ali berkata: Aku bertanya:Bagaimana jalan keluarnya wahai Rasulullah Saw? Rasulullah Saw bersabda: Kitabullah (al-Qur’an) karena di dalamnya terdapat berita mengenai(orang­-orang) sebelum kalian dan berita mengenai (orang­orang) setelah kalian. Al­-Quran adalah hakim bagi kalian, yang memutuskan (perkara) yang tidak main-­main. Siapa pun penguasa yang meninggalkannya, maka Allah Swt menghancurkannya. Barang siapa yang mencari petunjuk kepada selain al­-Qur’an, maka Allah Swt menyesatkannya. Al­-Quran adalah tali Allah Swt yang kuat, Pengingat yang bijaksana dan jalan yang lurus. Ia tidak dapat disesatkan oleh hawa nafsu, tidak terperangkap dengan ucapan, tidak memiliki berbagai macam pandangan, para ulama tidak merasa kenyang, orang yang bertakwa tidak pernah bosan dengannya. Al­-Quran tidak diciptkan dengan banyak penolakan dan tidak pernah habis keajaibannya. Al­-Quran adalah kitab suci di mana makhluk Allah jin apabila mendengarnya berkata: “Kami mendengar al­-Quran yang menakjubkan”. Barang siapa yang mengajarkan ilmu al­-Quran, maka ia menang, barang siapa yang berkata dengannya, maka ia pasti benar dan barang siapa yang berhukum dengannya, maka ia berlaku adil dan barang siapa mengamalkannya, maka ia mendapatkan pahala dan barang siapa mengajak kepadanya, maka ia mendapat petunjuk menuju jalan yang lurus” (HR. al-Tirmidzi)

 4. Doa Rasulullah Saw untuk berlindung dari fitnah
Hadis tentang Fitnah - Doa Rasulullah Saw untuk berlindung dari fitnah
“Ya Allah, aku berlindung kepada­Mu dari kebakhilan, aku berlindung kepada­Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada­Mu dari kepikunan, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan siksa kubur”. (HR. Al­-Bukhari, At-Tirmidzi, an-­Nasai dan Ahmad)


Penyebab Seseorang Melakukan Fitnah

1. Mencari Harta Duniawi
Motivasi seseorang melakukan perbuatan fitnah di antaranya karena dengan memfitnah ia berharap mendapatkan uang. Jadi imbalan harta itulah yang menjadikan seseorang melakukan perbuatan fitnah.

2. Menjerumuskan orang ke dalam neraka
Seseorang termotivasi melakukan fitnah karena ia ingin banyak orang tersesat dan terperangkap ke dalam pusaran fitnah dan pada akhirnya akan masuk ke dalam neraka. Dahulu Rasulullah Saw memiliki spionase yang bernama Hudzaifah bin alYaman yang diberikan tugas untuk mengawasi perbuatan fitnah yang dilakukan oleh orang-orang munafik.

3. Mencari jabatan atau posisi tertentu
Seseorang berbuat fitnah terkadang termotivasi untuk mencari kedudukan atau jabatan tertentu baik di masyarakat, lembaga, instansi atau di tempat-tempat lainnya. Oleh karena itu al Qur’an mengingatkan kepada kita agar waspada terhadap prilaku-prilaku orang-orang yang zalim yang menyebarkan fitnah dalam rangka mencari jabatan atau posisi tertentu.


Cara Menghindari Perilaku Fitnah

1. mengkaji dan mempelajari al-Qur’an.
Untuk mengantisipasi terjadinya fitnah sebaiknya seseorang banyak membaca dan mengkaji al Quran. Al-Qur’an adalah pedoman yang dititipkan oleh Rasulullah Saw kepada umatnya saat menjelang wafat. Selain itu di dalam al Quran banyak kisah yang mengemukakan tentang perbuatan fitnah yang dapat dijadikan pelajaran bagi umat Islam agar terhindar darinya.

2. Meningkatkan keimanan
Keimanan yang kokoh memiliki pengaruh besar dan memiliki peran vital dalam menghadapi, mengatasi dan menyikapi berbagai peristiwa serta ujian yang menimpa manusia.

3. Berdoa agar terhindar dari hal yang membahayakan diri
Orang beriman yang memahami hakekat kehidupan yang sebenarnya belum tentu telah aman dari bahaya fitnah karena setan dan sekutunya menggoda meerka sehingga orang yang beriman kelak akan lalai, jatuh dan terperosok ke dalam fitnah dunia .

Tidak ada komentar untuk "Dalil Ayat dan Hadis tentang Fitnah, Penyebab Fitnah, & Menghindari Perilaku Fitnah"