Contoh Pantun, Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Cara Membuat Pantun Lengkap

Apakah pengertian pantun? Kata pantun mempunyai arti ucapan yang teratur, pengarahan yang mendidik. Pantun juga dapat berarti sindiran. Kata pantun juga mengandung arti sebagai, seperti, ibarat, umpama, atau laksana. Pantun merupakan bentuk puisi lama dan salah satu karya sastra Melayu yang sampai sekarang masih dikembangkan. Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan. Namun, sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.
    Sebagai contoh, kita sering mendengar ucapan ”Sepantun labah-labah, meramu dalam badan sendiri”. Kata sepantun dalam susunan kalimat di atas mengandung arti sama dengan sebagai, seperti, ibarat, umpama, atau laksana. Menulis pantun tidak boleh sembarangan. Pantun sangat terikat oleh jumlah baris, suku kata, dan makna sebagai sampiran atau isi.
 
Ciri-Ciri Pantun
    Pantun memiliki ciri-ciri tersebut, antara lain:
  1. mempunyai bait dan isi,
  2. setiap bait terdiri atas 4 baris,
  3. baris 1 dan 2 merupakan sampiran, sedangkan baris 3 dan 4 merupakan isi pantun,
  4. jumlah suku kata dalam tiap baris antara delapan sampai dua belas
  5. bersajak ab ab
Perhatikan contoh-contoh pantun di bawah ini!
Contoh pantun 1
Desa sawah mulai menghijau (sampiran)
Di tengah ada pematang (sampiran)
Apa arti bertindak maju (isi)
Kalau tanpa pemikiran matang isi (isi)
Contoh pantun 2
Kalau ada sumur di ladang
Boleh kita menumpang mandi
Kalau ada umur yang panjang
Tentu kita berjumpa lagi
Contoh pantun 3
Air dalam bertambah dalam
Hujan di hulu belum lagi teduh
Hati dendam bertambah dendam
Dendam dahulu belum lagi sembuh

Jenis-Jenis Pantun dan Contohnya
    Pantun yang sering dipakai adalah pantun dua baris dan empat baris. Bentuk pantun bermacam-macam, misalnya: pantun teka-teki, pantun jenaka, pantun suka cita, pantun kiasan, pantun nasehat, pantun duka cita, pantun budi pekerti, pantun agama, dan lain-lain.
Perhatikan contoh berikut!
1. Contoh Pantun Teka-Teki
Enak nian buah belimbing
Mencari ke pulau sebrang
Main bola ada pembimbing
Binatang apa berhidung panjang?
Kalau puan, puan cerana
Ambil gelas di dalam peti
Kalau tuan bijaksana
Binatang apa tanduk di kaki
Kalau tuan bawa keladi
Bawakan juga si pucuk rebung
Kalau tuan bijak bestari
Binatang apa tanduk di hidung?
Kalau tuan muda teruna
Pakai seluar dengan gayanya
Kalau tuan bijak laksana
Biji di luar apa buahnya

2. Contoh Pantun jenaka / lucu
Orang mudik bawa barang
Pakai kain jatuh terguling
Kamu senang dilirik orang
Setelah sadar ternyata juling
Indah nian sinar mentari
Purnama datang tak berbelah
Melihat orang malas berlari
Ternyata sandal tinggi sebelah
Jual pepaya dengan kandil
Kandil buatan orang Inggris
Melihat buaya menyandang bedil
Sapi dan kerbau tegak berbaris
Anak bakau di rumpun salak
Patah taruknya ditimpa genta
Riuh kerbau tergelak-gelak
Melihat beruk berkaca-mata
Pohon manggis di tepi rawa
Tempat kakek 1 tidur beradu
Sedang menangis nenek tertawa
Melihat kakek bermain gundu
Elok rupanya pohon belimbing
Tumbuh di dekat limau tungga
Elok berbini orang sumbing
Biar marah ketawa juga
 

3. Contoh Pantun sukacita
Gurih nian ikan gurami
Tambah nikmat dengan kacang
Alangkah senang hati kami
Panen raya telah datang

4. Contoh Pantun kiasan
Luas nian samudra raya
Pagi-pagi nelayan melaut
Tak berguna memberi si kaya
Bagai menebar garam di laut
Ayam sabung jangan dipaut
Jika ditambat kalah laganya
Asam di gunung ikan di laut
Dalam belanga bertemu juga
Berburu ke padang datar
Dapatkan rusa belang kaki
Berguru kepalang ajar
Bagaikan bunga kembang tak jadi

5. Contoh Pantun nasihat
    Pantun nasihat adalah pantun yang bertujuan memberi nasihat dan pesan moral. 
Jalan-jalan ke Semarang
Bawa bandeng tanpa duri
Belajar mulai sekarang
Untuk hidup kemudian hari
Pulau Pandan jauh di tengah
Di balik pulau angsa dua
Hancur badan dikandung tanah
Budi baik terkenang jua
Asam pauh dari seberang
Dimuat di dalam peti
Badan jauh di rantau orang
Kalau sakit siapa mengobati
Kalau piknik di tepi pantai
Pulanglah sebelum hari senja
Kalau adik ingin pandai
Belajarlah sambil berdoa
Kayu cendana di atas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang
Kemuning di tengah balai
Bertumbuh terus semakin tinggi
Berunding dengan orang tak pandai
Bagaikan alu pencungkil duri

6. Contoh Pantun dukacita
Beras miskin disebut raskin
Yang mendapat tak semua
Aku ini anak miskin
Harta benda tak kupunya

7. Contoh Pantun budi pekerti
Siapa yang tak simpatik
Melihat bunga dahlia
Kulit putih berwajah cantik
Sudah ayu berhati mulia
Pisang emas dibawa berlayar
Masak sebiji dimasukkan peti
Utang emas dapat dibayar
Utang budi dibawa mati
Awan putih tinggi di langit
Di bawah bumi jadi naungan
Cita-cita biarpun tinggi selangit
Tata krama tetap jadi pegangan
Ubi kayu rendah batangnya
Daun direbus isi dimakan
Orang berilmu rendah hatinya
Bisa dipegang jadi harapan
Apa guna berkain batik
Kalau tidak dengan sujinya
Apa guna beristri cantik
Kalau tidak dengan budinya
Anak angsa mati lemas
Mati lemas di air masin
Hilang bahasa karena emas
Hilang budi karena miskin

8. Contoh Pantun agama
Minum susu di pagi hari
Tambah nikmat tambah cokelat
Pandai-pandai membawa diri
Siapa tahu kiamat sudah dekat
Asam hadis asam gelugur
Ketiga asam riang-riang
Menangis di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang
Anak ayam turun sepuluh
Mati seekor tinggal sembilan
Bangun pagi sembahyang subuh
Minta ampun kepada Tuhan

9. Contoh Pantun Percintaan / Romantis
Dari mana datangnya lintah
Dari sawah turun ke kali
Dari mana datangnya cinta
Dari mata turun ke hati
Ikan belanak hilir berenang
Burung dara membuat sarang
Makan tak enak tidur tak tenang
Hanya teringat dinda seorang
Anak kera di atas bukit
Dipanah oleh Indera Sakti
Dipandang muka senyum sedikit
Karena sama menaruh hati

10. Contoh Pantun Adat
Lapun Melapun ke Inderagiri
Singgah sebentar ke belipuh
Ampun hamba tegak berdiri
Ujudnya duduk dengan bersimpuh
Lebat daun bunga tanjung
Berbau harum bunga cempaka
Adat dijaga pusaka dijunjung
Baru terpelihara adat pusaka
Bukan lebah sebarang lebah
Lebah bersarang di buku buluh
Bukan sembah sebarang sembah
Sembah bersarang jari sepuluh

11. Contoh Pantun Perkenalan
Dari mana hendak ke mana
Dari Jepang ke Bandar Cina
Kalau boleh kami bertanya
Bunga yang kembang siapa punya

12. Contoh Pantun Kepahlawanan
Redup bintang hari pun subuh
Subuh tiba bintang tak nampak
Hidup pantang mencari musuh
Musuh tiba pantang ditolak
Esa elang kedua belalang
Takkan kayu berbatang jerami
Esa hilang dua terbilang
Takkan Melayu hilang di bumi
13. Contoh Pantun Peribahasa
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian
Harapkan untung menggamit
Kain di badan didedahkan
Harapkan guruh di langit
Air tempayan dicurahkan

Penting! ada salah satu referensi buku yang menjelaskan bahwa jenis pantun adalah sebagi berikut.
    Berdasarkan isinya, pantun terdiri atas tiga jenis.
  1. Pantun anak-anak, terdiri atas pantun teka-teki dan pantun jenaka.
  2. Pantun remaja, terdiri atas pantun perkenalan, pantun berkasihkasihan, dan pantun perpisahan.
  3. Pantun orang tua, terdiri atas pantun adat, pantun agama, dan pantun nasihat.

Struktur Pantun
    Fungsi sampiran terutama menyiapkan rima dan irama untuk mempermudah pendengar memahami isi pantun. Ini dapat dipahami karena pantun merupakan sastra lisan. Meskipun pada umumnya sampiran tak berhubungan dengan isi, terkadang bentuk sampiran membayangkan isi.

Cara Membuat Pantun
    Pantun dapat dibuat dengan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Tentukan dahulu topik atau tema pantun! Misalnya pantun tentang harapan (keinginan).
2. Pilihlah jenis pantun yang akan kamu buat, misalnya pantun jenaka atau pantun sukacita!
3. Tulislah dahulu isi pantun, yaitu baris ketiga dan keempat!
Contoh:
Lihat kawan sepeda baruku,
mengantarku keliling kota.
4. Kemudian, buatlah kalimat sampirannya! Kamu tentu ingat. Bunyi akhir baris pertama sama dengan bunyi akhir baris ketiga. Bunyi akhir baris kedua sama dengan bunyi akhir baris keempat.
Contoh:
Banyak uang simpan di saku,
untuk beli baju dan celana.
5. Gabungkan isi dan sampiran pantun yang sudah kamu buat!

Pantun berbalas
    Pantun berbalas adalah pantun yang dimainkan dua kelompok. Kelompok tersebut dapat dikembangkan menjadi kelompok "pro" dan "kontra" atau kelompok gadis dan kelompok jejaka. Jumlah anggota perkelompok tiga sampai lima orang. Berbalas pantun dipimpin oleh seorang moderator yang bertugas untuk menengahi permainan. Setiap sesi berbalas pantun harus mempunyai tema. Urutan berbalas pantun terdiri atas pembukaan, isi, dan penutup.

Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Ini pun merupakan salah satu ciri pantun dari dua ciri yang telah disebutkan di atas. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali tentang alam (flora dan fauna), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud. Dua baris terakhir merupakan isi, sebagai tujuan dari pantun tersebut.
    Menurut Sutan Takdir Alisjahbana fungsi sampiran terutama menyiapkan rima dan irama untuk mempermudah pendengar memahami isi pantun. Ini dapat dipahami karena pantun merupakan sastra lisan. Meskipun pada umumnya sampiran tak berhubungan dengan isi terkadang bentuk sampiran membayangkan isi.

Asal-Usul Pantun (Sekilas Mengenai Pantun)
    Pantun adalah salah satu karya sastra lama asli Indonesia. Hampir di seluruh daerah Indonesia memiliki karya sastra sebagaimana pantun, tapi memiliki berbagai nama. Contohnya endeende di Batak, parikan di Jawa, sisindiran di Sunda, bolingoni di Tanah Toraja, dan sebagainya.
    Pada zaman dahulu, pantun diciptakan untuk berbagai tujuan, antara lain menyampaikan nasihat, menyatakan rasa sayang, ajaran budi pekerti dan moral, untuk kepentingan sosial, serta untuk hiburan/kejenakaan semata. Sebagai jenis puisi lama, pantun memiliki kata-kata yang khas. Kekhasan kata-kata dalam pantun ditunjukkan melalui penggunaan katakatanya, ungkapan pengarang, serta kemerduan bunyinya karena pilihan bunyi akhir yang teratur. Pantun terdiri atas dua bagian, yaitu bagian sampiran dan isi. Hal yang dipentingkan dalam menulis pantun adalah mementingkan keindahan bahasa, pemadatan makna kata, dan bentuk penulisannya berbait-bait. Salah satu keindahan bahasa dalam sebuah pantun ditandai oleh rima a - b - a - b.
    Zaman dahulu, pantun digunakan sebagai bahasa pengantar atau bahasa pergaulan. Pantun dikenal di berbagai daerah, namun dengan nama yang berbeda. Di Jawa Tengah dikenal dengan parikan, di Toraja dikenal bolingoni, di Jawa Barat dapat ditemukan pantun dalam bentuk nyanyian doger, di Surabaya ludruk , di Banjarmasin tirik dan ahui , gandrung di Banyuwangi, dan di Makassar kelong-kelong. Selain merupakan ungkapan perasaan, pantun dipakai untuk menghibur orang.
Baca juga: Contoh berita singkat lengkap, terimakasih­čśŐ

Tidak ada komentar untuk "Contoh Pantun, Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Cara Membuat Pantun Lengkap"