Gambar dan Tahapan Pembelahan Mitosis | Contoh Mitosis dan Ciri-Cirinya

Mitosis berasal dari bahasa Yunani, yaitu mites berarti benang dan osis berarti proses. Pembelahan mitosis adalah proses pembelahan nukleus menjadi dua anakan nukleus, dan masing-masing anakan menerima 1 set kromosom berbentuk benang halus serta panjang yang jumlahnya sama dengan jumlah kromoson sel induknya. Mitosis terjadi pada sel tubuh (sel somatis). Sifat kromosomnya berpasangan, sehingga disebut diploid (2n).

Contoh pembelahan mitosis adalah pembelahan pada sel bawang. Berikut adalah gambar pembelahan mitosis pada sel bawang:
contoh pembelahan mitosis pada sel bawang
Contoh lainnya yaitu pembelahan sel buah-buahan seperti mangga, durian, pisang, dan beberapa hewan seperti ayam, sapi, dan lain-lain.

Para ahli biologi telah membagi proses mitosis menjadi beberapa tahap berdasarkan ciri utama yang dapat diamati, sebagai berikut.
  1. Profase, persiapan untuk pembelahan sel. Kromosom terkondensasi dan membran inti sel melebur.
  2. Metafase, kromosom berada di bidang ekuator.
  3. Anafase, kromosom terbagi dan bergerak ke arah kutub yang berlawanan.
  4. Telofase, akhir dari mitosis. Membran inti terbentuk dan kedua sel terpisah.

Pada akhir mitosis dan meiosis, biasanya diikuti oleh pembagian sitoplasma. Proses ini disebut juga sitokinesis. Sitokinesis membagi sitoplasma dan membentuk membran atau dinding sel baru bagi setiap sel hingga kedua sel terpisah. Berikut ini penjelasan terperinci dari tahaptahap tersebut.

Tahapan Pembelahan Mitosis dan Gambarnya

1. Profase

Pada interfase, terjadi replikasi DNA. Memasuki profase, benang-benang kromatin tersebut terkondensasi membentuk kromosom. DNA asal dan DNA hasil replikasi membentuk kromosom dan merekat pada sentromer. Kromosom tersebut tersusun atas dua kromatid. Perhatikan gambar tahapan profase pada pembelahan mitosis berikut ini:
Gambar tahapan Profase pada pembelahan mitosis
Tahap profase pada mitosis akan terjadi proses-proses sebagai berikut. 
  1. Sel induk yang akan membelah memperlihatkan gejala berupa terbentuknya 2 sentriol dan sentrosoma, yang satu tetap di tempat, yang satu bergerak ke arah kutub yang berlawanan.
  2. Dari tiap-tiap sentriol akan muncul serabut-serabut berupa filamen yang disebut benang gelendong pembelahan (benang spindel) yang menghubungkan sentriol satu dengan sentriol lain.
  3. Membran inti masih tampak pada profase awal namun kemudian segera terpecah-pecah.
  4. Butiran kromatin memanjang menjadi benang kromatin yang kemudian memendek menebal menjadi kromosom, dengan bagian yang menggenting disebut sentromer. Sentromer yaitu bagian kromosom yang tidak bisa menyerap warna. Tiap-tiap sentromer mengandung kinetokor, yaitu tempat mikrotubul terikat.
  5. Kromosom menduplikasi membujur menjadi dua bagian, yang masing-masing disebut kromatid. Bersamaan dengan itu nukleolus mengecil ukurannya dan menghilang.
  6. Kromatid terjerat pada benang spindel.
  7. Benang spindel tampak meluas ke luar ke segala arah disebut sebagai aster.
  8. Di akhir profase, selubung inti sel pecah dan setiap kromatid melekat di beberapa benang spindel di kinetokor.
  9. Kromosom duplikat lalu meninggalkan daerah kutub dan berjajar di ekuator.
Pada sel tumbuhan yang tidak mempunyai sentriol, benang gelendong pembelahan ini terbentuk di antara dua titik disebut titik kutub.

2. Metafase

Yaitu periode selama kromosom di ekuatorial. Ketika sentromer setiap kromosom sejajar bidang ekuator, menandakan mitosis memasuki tahap metafase. Pada metafase, semua kromosom sel bergerak ke arah bidang ekuator atau bidang pembelahan. Pergerakan ini dibantu oleh benang spindel. Kromosom dengan dua kromatid identik dapat diamati secar jelas pada tahap ini. Perhatikan tahapan gambarnya berikut ini agar lebih jelas dan paham:
Gambar Metafase pada pembelahan mitosis
Pada tahapan metafase ini terjadi proses-proses berikut.
  1. Benang-benang gelendong menjadi jelas pada permulaan metafase dan teratur seperti kumparan. Benang-benang ini terdiri atas serabut protein halus yang terbuat dari mikrotubule yang sangat kecil. Pada banyak hewan dan tanaman tingkat rendah, benang gelendong ini dibentuk dalam hubungannya dengan sentriol (badan yang menandai kutub dari mekanisme benang gelendong). Benang gelendong ini penting untuk penyebaran kromosom secara teratur.
  2. Masing-masing kromosom terletak berbaris pada bidang ekuator. Sentromer melekat pada benang gelendong. Beberapa benang gelendong mencapai kutub tanpa melekat pada sentromer.
  3. Sentromer membelah dan masing-masing kromatid menjadi kromosom tunggal.
Pada fase ini kromosom tampak paling jelas.

3. Anafase

Berikut ini adalah gambar tahapan anafase pembelahan mitosis:
Gambar Tahap Anafase pada pembelahan mitosis
Tahap anafase pada pembelahan mitosis terjadi proses-proses berikut.
  1. Dua sister kromatid (kromosom) bergerak ke arah kutub yang berlawanan. Sentromernya tertarik karena kontraksi dari benang gelendong, selain itu mungkin ada gaya tolak menolak dari pembelahan sentromer itu.
  2. Terjadi penyebaran kromosom dan DNA yang seragam di dalam sel.
  3. Pada akhir anafase sekat sel mulai terbentuk dekat bidang ekuator.

4. Telofase

Gambar pada proses tahapan telofase yaitu:
Gambar Tahapan Telofase pada mitosis
  1. Kromatid-kromatid mengumpul pada kutub-kutub.
  2. Benang gelendong menghilang, kromatid menjadi kusut dan butiran-butiran kromatin muncul kembali.
  3. Selaput inti terbentuk kembali dan nukleolus terlihat lagi.
  4. Pada bagian ekuator terjadi lekukan yang makin lama makin ke dalam hingga sel induk terbagi menjadi dua yang masing-masing mempunyai sifat dan jumlah kromosom yang sama dengan induknya.

Mitosis merupakan pembelahan kromosom, maka setelah nukleus terbentuk kembali, muncullah sekat pemisah antara kedua nukleus pada bidang ekuator. Dengan terbentuknya sekat pemisah dari membran menuju ke tengah, maka sel induk telah menghasilkan dua sel anakan, yang disebut sitokinesis (reproduksi sel), pada peristiwa ini terjadi pembagian inti (kariokinesis) dan pembagian plasma (sitoplasma).

Ciri-Ciri Pembelahan Mitosis

Pembelahan mitosis mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui pembelahan inti dari sel somatis secara berturut-turut. Pembelahan ini diawali dengan pembelahan inti (kariokinesis) dan dilanjutkan dengan pembelahan sitoplasma (sitokinesis). Pembelahan mitosis disebut juga pembelahan biasa yang memiliki ciri-ciri antara lain:
  1. Pembelahan berlangsung satu kali;
  2. Jumlah sel anak yang dihasilkan adalah dua buah;
  3. Jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom pada induknya, yaitu 2n (diploid);
  4. Sifat sel anak sama dengan sifat pada induknya;
  5. Terjadi pada sel tubuh (sel somatik) misalnya pada jaringan embrional antara lain ujung akar, ujung batang, lingkaran kambium;
  6. Tujuan pembelahan mitosis adalah untuk memperbanyak sel-sel seperti pertumbuhan atau perbaikan sel yang rusak;
  7. Melewati tahapan pembelahan yaitu interfase, profase, metafase, anafase, dan telofase, namun secara umum tahap-tahap tersebut akan kembali ke tahap semula sehingga membentuk suatu siklus sel.

Mengapa pembelahan sel ini harus melalui berbagai tahapan tertentu? Hal ini disebabkan agar sel anakan benar-benar menerima informasi kode genetik yang sama persis dengan induknya, sehingga tidak akan terjadi kelainan pada sel-sel anakan.

Fase mitosis merupakan fase paling pendek dari siklus sel. Pada proses ini terjadi pembagian informasi genetis kepada setiap sel hasil pembelahan. Informasi genetis yang dibagikan terlebih dahulu telah melalui proses replikasi pada interfase sehingga DNA sel hasil pembelahan mirip dengan DNA induk.

Dalam bidang genetika, pembelahan mitosis merupakan proses yang menghasilkan dua sel anak yang identik. Pembelahan mitosis terjadi secara tidak langsung karena melalui tahap-tahap fase pembelahan, atau dikatakan sebagai pembelahan secara tidak langsung yang melibatkan benang-benang gelendong untuk mengatur tingkah laku kromosom.

Tidak ada komentar untuk "Gambar dan Tahapan Pembelahan Mitosis | Contoh Mitosis dan Ciri-Cirinya"